Menghitung hari dalam setiap urat berdenyut ,setiap jantung berdetap,setiap waktu berlalu,setiap saat berhitung,dan setiap nyawa bersahut tersipu-sipu mencunggap sang zat,merasa yang tidak terasa,lalu tertasbih,bertahmid,berzikir,melaung pada segenap ronggo yang tidak terliang,terlalu jauh dgn zuuk ...tidak terurai dgn pandangan sir,maka aku berkata;di malukut mana aku berpijak,jabarut mana aku bersandar;gapailah sejauh mana pun,doalah walau berpaling tangan ,walau didepan mimbar,berkucup hajar aswad,berkepala pancuran emas,disisi makam ibrahim bersebelahan ismail,dibawa lautan zam zam,namun kau tak akan sampai kesudahannya,andai nye,inna lilahi wainnalihi hirrou giun, tidak terurai. wasallam